Rayon Bahasa Avicenna dikejutkan oleh Pengurus Komisariat PMII UIN SATU

 

 Rayon Bahasa Avicenna dikejutkan oleh Pengurus Komisariat PMII UIN SATU



Kader-kader PMII Rayon Bahasa Avicenna dikejutkan atas kedatangan beberapa pengurus Komisariat PMII UIN SATU. PMII Komisariat UINSATU Tulungagung, menimbang dan memandang perlu adanya sebuah forum kajian analisis bersama yang mengedepankan prinsip kemaslahatan serta tonggak awal perubahan dalam sebuah tujuan yang besar, maka dari itu, diadakanlah "Rayon Empowerment Project" di Rayon Bahasa Avicenna. PMII Rayon Bahasa Avicenna menjadi tuan rumah yang ke tiga setelah Rayon Al Freire dan Rayon Al Fatih. Adapun REP kali ini membahas tentang kemajuan di masing-masing rayon, baik dari segi sumber daya manusia maupun program kerja. Tidak hanya kemajuan yang dibahas, namun juga kemunduran dan berbagai masalah yang dihadapi oleh setiap rayon, dengan harapan muncul inovasi untuk perkembangan yang lebih signifikan di setiap Rayon.

Permasalahan utama yang dibahas adalah program kerja Rayon. Sebagai pihak yang memonitor dan memfasilitasi, pengurus komisariat PMII memberikan masukan terkait program kerja di setiap Rayon. Salah satu yang menjadi sorotan adalah tingkat diskusinya. Di organisasi PMII, diskusi merupakan hal penting bagi setiap kader, dan jika tidak terus diasah, kemampuan diskusi dan berdialektika tersebut akan semakin tumpul. Namun, apakah program diskusi saat ini sudah efektif? Itulah fokus dalam REP kali ini. Setelah melakukan peninjauan, beberapa pengurus komisariat menyadari adanya penurunan kualitas intelektual di tingkat rayon, seperti kurangnya pembahasan tentang kajian fakultatif dalam diskusi Rayon.

PMII UIN SATU memiliki delapan Rayon, dan masing-masing Rayon memiliki fokus kajian yang berbeda. Rayon Bahasa Avicenna, yang menaungi Program Studi TBIN, TBI, dan PBA, fokus pada pembahasan seputar kebahasaan dan pendidikan. Namun, hingga saat ini, kajian fakultatif di Rayon Avicenna masih belum terealisasi.

PMII Rayon Bahasa Avicenna memiliki fokus kajian bernama "ANTENNA" (Affiliation Intelektual Avicenna), yang membahas berbagai isu maupun materi ideologis lainnya. Dalam forum REP, pemantik (Sahabat Yosian Dedy) bertanya, "Kenapa di Rayon Avicenna belum mengadakan kajian fakultatif dalam diskusi? Bukankah akan lebih keren jika ANNTENA mengkaji materi fakultatif yang mendukung pembelajaran di kelas?" Beberapa pengurus komisariat lainnya juga memberikan pendapat serupa. Masalah ini berpengaruh pada  daya tarik PMII terhadap kader-kadernya. Jika PMII tidak memiliki daya tarik, akan sulit untuk menjaga kelangsungan organisasi.

Tia, Anggota divisi Intelektual Rayon Bahasa Avicenna, dalam REP tersebut menjelaskan bahwa kajian fakultatif akan segera diterapkan di rayon seperti sistem perkuliahan. Hal yang membuat heboh dalam forum adalah sosialisasi mengenai program kerja yang akan dilaksanakan di Rayon Bahasa Avicenna, yaitu "Sekolah Kebahasaan." Pras (anggota kaderisasi Rayon Avicenna) juga menambahkan, "sebelum sampai pada sekolah kebahasaan, maka diperlukan pengantar-pengantar yang akan dibuat diskusi dalam fokus kajian ANNTENA seperti Fonologi, Morfologi, Sintaksis, dan Semantik."

Selain itu, Tia menjelaskan akan ada kegiatan untuk kader-kader PMII Rayon Bahasa Avicenna, yang nanti disesuaikan dengan prodinya masing-masing. Seperti TBI nanti akan ada English Camp, Belajar Test TOAFL TOEFL, MC tiga Bahasa (Indonesia, Arab, dan Inggris). Yang Prodi PBA juga akan ada pembelajaran tentang nahwu shorof dan Keterampilan lainnya seperti belajar Microteaching. Tia menambahkan, "karena kita adalah Mahasiswa FTIK, maka perlu untuk latihan mengajar yang baik, dan wadah belajar kita ya di Rayon Avicenna ini."

Kom Fikri (Ketua Komisariat) cukup tertarik dengan program-program tersebut dan memberikan tanggapan, "hal itu sangat bagus untuk mendukung pembelajaran di perkuliahan."

Bagi sahabat-sahabat PMII Rayon Avicenna yang membaca tulisan ini "Jika proses adalah luka, maka bertahan adalah bentuk cinta paling nyata. Semangat berproses yaaa"


Penulis: David Ganteng

Lebih baru Lebih lama