Sudah tua rupa-tubuh Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) andai ia bertangan dan berkaki. Selama 64 tahun telah menjadi ruang bagi segenap mahasiswa yang beratap PMII untuk berproses dan belajar tentang manusia juga kehidupannya.
Ulang tahun PMII bukanlah perayaan ulang tahun anak-anak kecil dengan balon-balon dan kue coklat berlilin untuk ditiup, melainkan ulang tahun bagi kedewasaan organisasi yang masih bertahan dilapuk zaman. Selama itu, organisasi ini menjadi tampuk ruang bagi kepala penyelam intelektual maupun hati perenang spiritual semasa pendidikan tinggi.
Lahir pada 17 April 1960, dibidani tokoh-tokoh mahasiswa pergerakan Nahdlatul Ulama (NU), PMII menjelma menjadi organisasi yang patut diperhitungkan dengan organisasi ekstra kampus yang sudah duluan lahir. Organisasi pengusung motto tawasuts, tawazun, ta’adul, dan tasamuh ini seharusnya telah menemukan momentumnya bagi perkembangan negara dan bangsa Indonesia.
Momentum ini, adalah ruang bagi kader-kader se-Komisariat PMII UIN SATU Tulungagung untuk merefleksikan dengan dalam, di mana sebenarnya momentum ulang tahun PMII dapat bermakna, membangun, dan mencerahkan bagi kesadaran intelektual dan spiritual diri sendiri, juga organisasi.
Momen ulang tahun PMII bukanlah perayaan tentang balon-balon, kue coklat dengan lilin, bertepuk tangan sambil menyanyikan lagu ulang tahun. Tapi tentang kedewasaan organisasi sebagai wadah mahasiswa yang bergerak bersama sesuai cita-citanya, “Terbentuknya pribadi muslim Indonesia yang bertakwa kepada Allah Swt., berbudi luhur, berilmu, cakap dan bertanggung jawab dalam mengamalkan ilmunya serta komitmen memperjuangkan cita-cita kemerdekaan Indonesia”.
Kedewasaan Organisasi PMII
Sekali lagi ditegaskan bahwa PMII adalah organisasi mahasiswa yang sudah tua, tapi tak mungkin bakal renta, sebab PMII hidup di alam pikiran dan batin manusia. PMII adalah ide dan ruang yang mewaktu pada segenap aktivitas sahabat-sahabat pergerakan. PMII dengan umur 64 tidak bisa dikatakan dangkal dan sempit, proses tumbuh-kembangnya PMII kira-kira hampir seluas Samudra Pasifik, saking lamanya organisasi hidup.
Begitu luas organisasi PMII menjadi tempat yang cocok bagi hampir semua sifat manusia. Karena PMII sdalah muara dari berbagai pandangan hidup, muara dari ideologi se-dunia, dan muara bagi mahasiswa. Namun, tanda dari luasnya PMII itu adalah manusia-manusia di dalamnya, sebab yang dapat berjalan dan berbicara bukanlah PMII, melainkan sahabat-sahabat PMII.
Setelah organisasi dewasa yang bermakna luas, jika diisi oleh anak-anak yang tidak dapat dewasa, apa dapat dikatakan organisasi itu tetap dewasa walau umurnya sudah tua? Bukankah berakibat menghambat keluasan organisasi, karena anak-anak tak mengerti begitu tua sejarah organisasi itu?
Hanya doa yang bisa kita panjatkan pada saat ulang tahun PMII di umur 64 tahun, adalah semoga dengan dewasanya organisasi besar ini, Tuhan dapat membesarkan para kader dengan ekonomi dan intelektual. Aamiin.